| Suatu saat ada seorang pria yang bekerja keras seumur hidupnya dan terus menabung semua uangnya, dan sifatnya sangat pelit jika berhubungan dengan uang. Saat sedang sekarat ia memanggil istrinya dan berkata, "Setelah aku meninggal, tolong ambil semua uangku dan taruh dalam peti mati bersamaku. Aku ingin membawa semua uangku ke alam baka." Dia membuat istrinya berjanji dengan sepenuh hati untuk melakukan hal itu. Tidak lama kemudian pria tersebut meninggal, pada saat upacara penguburan, sebelum peti mati diturunkan, sang istri berkata pada para pembawa peti jenasah, "Tunggu sebentar, ada yang tertinggal untuk dibawa!" Kemudian ia meletakkan sebuah kotak dalam peti mati tersebut. Setelah upacara penguburan, teman akrab sang istri berkata, "kamu ga cukup bego untuk menaruh semua uang dia dalam peti kan?" Sang istri menjawab, "Loh aku sebagai orang beragama dan beradab harus menepati janji, aku kan sudah berjanji sepenuh hatiku kepadanya." teman akrabnya berteriak kaget, "Jadi uang sebanyak itu kamu taruh di dalam peti sama suami kamu yang udah mati?! Kamu udah gila apa???" "Oh iya dong," jawab sang istri kalem. "Aku kumpulin semua uangnya dalam rekeningku dan menulis cek buat suamiku dalam kotak itu. Jika dia bisa mencairkannya disana, dia boleh menggunakannya." Sumber: Klik judul |
Agustus 26, 2010
Boleh aja dibawa...
Tindakan Ksatria
Pada suatu hari Udin yang masih kelas 3 SD mengadu ke emaknya:
Udin (U): "Mak, tadi siang pulang sekolah, Udin pulang sama babe naik bus."
Emak (E): "Iya, terus...?"
U: "Bus-nya penuh Mak, terus babe liat ada cewek cantik sexy masuk bus dan kudu bediri..."
E: "Ohhh, jadi Babe kamu godain tuh cewek???" *tiba2 galak*
U: "Nggak Mak..."
E: "Oh bagus deh kalau gitu." *mulai adem*
U: "Terus Udin disuruh Babe ngasih tempat duduk Udin" *nada merajuk*
E: "Bagus dong Udin, itu namanya bertindak ksatria..." *sok bijak*
U: "Tapi Mak, Udin kan duduk dipangku Babe?!"
E: "!@#$%^&"
Udin (U): "Mak, tadi siang pulang sekolah, Udin pulang sama babe naik bus."
Emak (E): "Iya, terus...?"
U: "Bus-nya penuh Mak, terus babe liat ada cewek cantik sexy masuk bus dan kudu bediri..."
E: "Ohhh, jadi Babe kamu godain tuh cewek???" *tiba2 galak*
U: "Nggak Mak..."
E: "Oh bagus deh kalau gitu." *mulai adem*
U: "Terus Udin disuruh Babe ngasih tempat duduk Udin" *nada merajuk*
E: "Bagus dong Udin, itu namanya bertindak ksatria..." *sok bijak*
U: "Tapi Mak, Udin kan duduk dipangku Babe?!"
E: "!@#$%^&"
Sumber : Klik Judul
Mau Menikah Lagi
Suatu malam, sepasang suami istri sedang berbaring di tempat tidur, sang istri berbalik badan dan mengelus dada suaminya dengan penuh kasih.
"Sayang, jika aku meninggal apakah kamu akan menikah lagi?" katanya
Suaminya menjawab, "Tidak akan, sayang."
"Ah saya yakin kamu pasti menikah lagi..." kata istrinya.
Jadi suaminya menjawab "OK, saya akan menikah lagi..."
"Apakah dia kan tidur di tempat tidur kita ini?" tanya sang istri
"Saya rasa demikian..." jawab sang suami lagi
Kemudian sang istri bertanya, "Apakah dia akan mengenakan pakaianku?"
Sang suami, "dia tidak akan mau, dia lebih langsing kok..."
Istri, "!@#$%^&*%"
"Sayang, jika aku meninggal apakah kamu akan menikah lagi?" katanya
Suaminya menjawab, "Tidak akan, sayang."
"Ah saya yakin kamu pasti menikah lagi..." kata istrinya.
Jadi suaminya menjawab "OK, saya akan menikah lagi..."
"Apakah dia kan tidur di tempat tidur kita ini?" tanya sang istri
"Saya rasa demikian..." jawab sang suami lagi
Kemudian sang istri bertanya, "Apakah dia akan mengenakan pakaianku?"
Sang suami, "dia tidak akan mau, dia lebih langsing kok..."
Istri, "!@#$%^&*%"
Telpon Gila
Telpon ke -1
Penelpon (X) : Hallo Apakah ini kediaman Chow Yun-fat..??
Pembantu Rumah (Y) : Maav Salah sambung..ini kediaman keluarga Lin…
Telpon ke -2
Penelpon (X) : Hallo..Apakah ini kediaman Chow Yun-fat..??
Pembantu Rumah (Y) : Maav, salah sambung, MAS..!! ini kediaman keluarga Lin. (jawabnya kesel)
Telpon ke -3
Penelpon (X) : Halloooo….
Pembantu Rumah (Y) : Eeeh..Lagi2 kamu!!.. Awas ya!! Walau saya cuman pembantu, tapi saya bisa laporin kamu ke polisi..!! (marah bneran jadinya)
Penelpon (X) : Apakah ini kediaman keluarga Lin..??
Pembantu Rumah (Y) : Aduuuh.. maaf2x yaaa…, tadi soalnya ada beberapa kali salah sambung. Mau cari siapa tuan.??
Penelpon (X) : Chow Yun-fat….
Pembantu Rumah (Y) : ??!!@#@$!! (sambil usap2 dada)
Telpon ke -4
Penelpon (X) : Halloooo…..
Pembantu Rumah (Y) : Kurang ajaaar..!!! Kamu punya nyawanya berapa hah!!!
Penelpon (X) : Saya Mr. Lin…..
Pembantu Rumah (Y) : Aduh..!!! Maaf majikan! sorry sekali, tadi ada orang gila telpon! ada perintah apa tuan.??
Penelpon (X) : Segera panggil Chow Yunfat..!!
Pembantu Rumah (Y) : Hah..!…. (semaput)
Selang 10 menit kemudian setelah bangun dari semaputnya,
Telpon ke -5
Penelpon (Z) : Hallooooo….. (suara berbeda dibanding telpon2 terdahulu)
Pembantu Rumah (Y) : (Oh ini suaranya lain…). Mau cari siapa tuan..??
Penelpon (Z) : Ini kediaman keluarga Lin??
Pembantu Rumah (Y) : Iya betul….
Penelpon (Z) : Saya Chow Yunfat… , tadi ada orang cari saya???
Pembantu Rumah (Y) : ??@#$%^??… Gubraaaag!!…. (kejang2)
Penelpon (X) : Hallo Apakah ini kediaman Chow Yun-fat..??
Pembantu Rumah (Y) : Maav Salah sambung..ini kediaman keluarga Lin…
Telpon ke -2
Penelpon (X) : Hallo..Apakah ini kediaman Chow Yun-fat..??
Pembantu Rumah (Y) : Maav, salah sambung, MAS..!! ini kediaman keluarga Lin. (jawabnya kesel)
Telpon ke -3
Penelpon (X) : Halloooo….
Pembantu Rumah (Y) : Eeeh..Lagi2 kamu!!.. Awas ya!! Walau saya cuman pembantu, tapi saya bisa laporin kamu ke polisi..!! (marah bneran jadinya)
Penelpon (X) : Apakah ini kediaman keluarga Lin..??
Pembantu Rumah (Y) : Aduuuh.. maaf2x yaaa…, tadi soalnya ada beberapa kali salah sambung. Mau cari siapa tuan.??
Penelpon (X) : Chow Yun-fat….
Pembantu Rumah (Y) : ??!!@#@$!! (sambil usap2 dada)
Telpon ke -4
Penelpon (X) : Halloooo…..
Pembantu Rumah (Y) : Kurang ajaaar..!!! Kamu punya nyawanya berapa hah!!!
Penelpon (X) : Saya Mr. Lin…..
Pembantu Rumah (Y) : Aduh..!!! Maaf majikan! sorry sekali, tadi ada orang gila telpon! ada perintah apa tuan.??
Penelpon (X) : Segera panggil Chow Yunfat..!!
Pembantu Rumah (Y) : Hah..!…. (semaput)
Selang 10 menit kemudian setelah bangun dari semaputnya,
Telpon ke -5
Penelpon (Z) : Hallooooo….. (suara berbeda dibanding telpon2 terdahulu)
Pembantu Rumah (Y) : (Oh ini suaranya lain…). Mau cari siapa tuan..??
Penelpon (Z) : Ini kediaman keluarga Lin??
Pembantu Rumah (Y) : Iya betul….
Penelpon (Z) : Saya Chow Yunfat… , tadi ada orang cari saya???
Pembantu Rumah (Y) : ??@#$%^??… Gubraaaag!!…. (kejang2)
Mei 30, 2010
Perkembangan Dirgantara Indonesia
Dirgantara, dunia yang sangat menarik perhatianku sejak kecil, hingga aku berani mengucapkan bahwa cita-citaku adalah menjadi seorang pilot, walau harus kuakui aku tak mampu meraihnya krn kekurangan fisikku.
Dulu, dunia dirgantara Indonesia sempat mencapai masa kejayaannya, saat IPTN berhasil membuat pesawat CN-250 kl ga salah... lalu sempat tenggelam saat krisis ekonomi global menerpa seluruh dunia. Dampaknya pun terasa hingga ke dunia penerbangan.
Dulu, sekolah penerbangan masih sangat langka, seingatku cuma 1 (satu) di Jakarta. Beberapa waktu lalu aku baca sebuah majalah dirgantara yang mengulas tentang sekolah penerbangan di Indonesia, ternyata sekolah penerbangan sekarang sudah banyak berdiri, dan salah satunya adalah sekolah penerbangan yang didirikan oleh Sriwijaya Air, di Pangkalpinang, tempat dimana aku berada saat kutuliskan blog ini.
Hebat...begitu pikirku. Kebutuhan pilot sekarang meningkat tajam. Sekolah penerbangan pun melimpah, sudah ada sekitar sepuluh sekolah yang aku tahu. Aku jadi iri dengan anak-anak zaman sekarang...
Di Pangkalpinang, baru-baru saja Garuda Indonesia membuka lowongan pekerjaan untuk orang Bangka Belitung menjadi pramugari. Syarat-syaratnya juga termasuk mudah daripada seleksi pramugari zamanku dulu.
Hebat...makin jaya dunia dirgantara Indonesia nie....
Langganan:
Postingan (Atom)